Sains vs Seni

Seni membutuhkan unsur perasaan dan estetika untuk menilai suatu benda atau peristiwa. Seni juga menilai bagaimana ketrampilan, skill, dan kegunaan dari suatu karya yang diteliti. Walaupun dalam proses itu, diperlukan suatu perhitungan-perhitungan untuk meyakinkan bahwa suatu karya tadi berguna atau tidak bagi kehidupan masyarakat.

Pada bidang sains. Suatu fenomena alam harus mempunyai persepsi yang sama bagi seluruh manusia yang ada di dunia. Persepsi ini lahir dari berbagai konvensi dan aturan yang baku yang sekiranya cocok bagi seluruh manusia. Oleh karena itu, di bidang sains, banyak muncul berbagai aturan dan tetapan yang kadang kita sendiri bingung darimana datangnya itu, karena semua orang tentu saja tidak menghadiri konvensi-konvensi tadi. Disinilah diperlukan sebuah pembuktian dari teori – teori yang sudah ada, agar semua orang dapat menerima ide dari teori tadi, dan tentu saja, dapat diaplikasikan oleh semua orang.

Bagaimana di bidang seni? Bidang seni tidak perlu “memaksakan” suatu persepsi antara satu orang ke orang lain meskipun itu benar. Orang dapat membuat persepsi sendiri-sendiri sesuai pendapatnya. Oleh karena hal tersebut, masalah benar salah hampir dapat dikatakan tidak berlaku di dunia seni karena semua orang dapat membuat benar salah versi dirinya sendiri. Mungkin tidak ada teori yang benar-benar baku di dalam dunia seni.

Meskipun terdapat perbedaan mendasar antara sains dan seni, kita tidak dapat mengkotak-kotakkannya. Justru karena perbedaan inilah, kita perlu menyatukannya agar terjadi sebuah sinergi yang kuat untuk menghasilkan suatu produk yang lebih mempunyai estetika, nilai dan kegunaan yang lebih baik daripada yang sebelumnya.

1st.Snapshot+



Foto bareng kelas 101, pas acara MOMENT13.44

tapi nggak ada Rajib yang lagi sholat ashar.,kasian banget :)


Indonesia Siap Kembangkan Nuklir


Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamdin, Jumat, mengungkapkan hasil penelitian beberapa ilmuwan menyimpulkan bahwa dalam perut bumi Provinsi Bengkulu ternyata ada kandungan uranium, sumber energi nuklir, namun belum tergali benar.

“Kita masih terus kembangkan penelitian, isu awal itu dijadikan referensi bila memang ada potensinya bisa digunakan untuk kesejahteraan masyarkat,” katanya di Bengkulu, Jumat.

Walaupun tidak menjelaskan secara rinci letak dan keberadaan potensi uranium tersebut, tapi Gubernur menyebutkan bahwa uraniuam selalu dekat dengan keberadaan emas.

Bengkulu sendiri sudah terkenal sebagai penghasil emas, dengan situs pertambangannya yang paling terkenal di Kabupaten Lebong dan sebagian kecil Bengkulu Utara.

Dari situ, Agusrin mencoba menarik kesimpulan sementara bahwa kandungan uranium tersebut diperkirakan juga berada di dua daerah itu.

Uranium adalah salah satu unsur kimia dalam tabel periodik memiliki lambang U dan nomor atom 92.

Uraniam termasuk logam berat, beracun, berwarna putih keperakan dan merupakan unsur radioaktif alami yang termasuk seri aktinida (actinide series).

Isotopnya, 235U ,digunakan sebagai bahan bakar reaktor nuklir dan senjata nuklir.

Agusrin mengungkapkan, bila memang potensi itu ada, salah satunya dapat dimanfaatkan untuk menjadi sumber pembangkit tenaga listrik.

Tetapi untuk mengambilnya dibutuhkan biaya besar, terutama pada tahap eksplorasi lebih mengetahui kandungan terukur Uranium dan perlu ada peran pihak ketiga untuk penelitian lebih lanjut.

Sebab jika tak diolah dengan baik akan menjadi bumerang dan membahayakan kehidupan manusia, apalagi jika dipakai bagi kepentingan tak bertanggungjawab.

Namun bila diolah dengan baik dan sempurna dapat mendukung kesejahteraan kehidupan manusia.

“Dahulu pernah ada ada kebocoran pengolahan uranium di Uni Soviet, sehingga radiasinya bisa menyebabkan kerugian bahkan hingga kematian bagi manusia dan benda hidup disekitarnya,” ujarnya.

Radiasi yang dihasilkan Uranium, kata Gubernur, tidak hanya berguna sumber energi seperti listrik dan senjata, namun juga sektor lain, seperti rekayasa genetika dalam bidang kesehatan, peternakan dan pertanian.

Kewenangan atas urusan barang strategis seperti uranium berada di tangan pemerintah pusat, pemerintah daerah tidak mempunyai kewenangan untuk mengolah energi tersebut.

“Jauh lebih penting memagari uranium Indonesia agar tidak dicolong dan digunakan untuk merusak perdamaian dunia. Apalagi Indonesia adalah salah satu penandatangan konsensus internasional uranium untuk perdamaian,” tandas Agusrin

Nyata: Ditemukan Ikan Yang Bisa Membuat Kepompong


Tahukah anda, ada ikan yang bisa membuat kepompong? Menurut seorang hobiis monster fish, Kamil, ikan Lung Fish mampu membuat kepompong saat terpaksa hidup tanpa air. “Yang paling unik, ini (Lung Fish). Jadi dia bisa hidup beberapa hari di darat dengan bikin kepompong dari lumpur,” ujar Kamil di Indonesian Pets Plants Aquatic Expo 2009, di WTC Mangga Dua Jakarta, Sabtu (12/12/2009).

Seperti namanya, Lung Fish yang berarti ikan paru-paru memiliki organ sejenis paru-paru yang memungkinkannya hidup di darat tanpa air. Agar tetap lembab, ikan ini membuat kepompong dari lumpur. Ikan yang tergolong monster fish ini adalah ikan air tawar yang tergolong langka, apalagi jika albino. Maka tak heran kamil pun hanya melepasnya seharga 12 juta rupiah.

Panjang ikan Lung Fish bisa mencapai lebih dari satu meter. Sebagai karnivora, Lung Fish memakan cacing atau ikan kecil. Bentuknya unik, seperti ikan lele yang memiliki sisa kaki dan tangan yang menempel di dekat ekor dan dekat kepala. Moncongnya pun unik, nampak seperti hidung babi yang berlubang besar.

Lung Fish hanyalah salah satu monster fish unik yang dipamerkan Kamil dan Hanung di tempat pameran. Selain Lung Fish, ada beberapa jenis ikan langka lain seperti Pari Motoro yang memiliki duri beracun.

Menurut Kamil, duri pada ekor Pari Motoro dapat menyebabkan infeksi bahkan kematian jika tertusuk manusia. Untuk itu, Kamil membungkus duri ekor pari dengan sedotan. “Kalau tertusuk, infeksi, nggak bisa sembuh tuh. Bisa kematian juga. Makanya durinya kita bungkus. Kalau dipegang saja bisa gatal dan panas,” katanya.

Capoeira


Seni bela diri Capoeira ternyata populer di Indonesia. Seni bela diri ini berbeda dari yang lain karena apa ? Karena menggunakan musik dalam gerakannya, jadi menimbulkan suasana yang gembira dan bersahabat. Tapi jangan salah gerakan ini bisa berbahaya kalau memang ditujukan untuk melawan serangan.

Mereka ini sedang melakukan Capoeira. Sebuah jenis bela diri asal Brazil yang gerakan - gerakannya terkenal eksotik. Gimana nggak ? Sepintas kalau dilihat seperti lagi menari kan ? Apalagi kalau begini pakai iringan tabuhan musik khas Brazil batu kada.

Padahal gerakan mereka itu sebenarnya jurus - jurus berkelahi yang sangat mematikan. Sejak awal Capoeira memang sebuah aksi bela diri berkedok tarian. Diciptakan tahun 1500 an oleh orang - orang Afrika yang dijadikan budak di Brazil dengan tujuan melawan pasukan koloneal.

Tahun 1900 an Capoeira mulai berkembang dan tersebar ke seluruh penjuru dunia. Di Indonesia sendiri masyarakat mulai kenal seni bela diri asal negeri Samba itu sejak akhir tahun 90 an. Ditandai dengan munculnya sejumlah tempat latihan Capoeira.

Nah.. akhir Juli kemarin sejumlah maestrus sebutan bagi para master Capoeira asal Brazil datang ke Indonesia dalam rangka di Jakarta Internasional Capoeira Festival 2008 atau CapoFest. Ngintip yuk... latihannya !

Aksi seni bela diri ala negeri Samba itu memang bisa dibilang lain dari yang lain. Dengan iringan musik tabuhnya, orangpun jadi asyik mengikuti baik sebagai penonton maupun sebagai Capoeiresta sebutan bagi mereka yang menekuni Capoeira.

Setiap latihan, setiap Capoeiresta maju berpasangan secara bergantian saling beradu, tapi tidak ada gerakan yang sengaja untuk menjatuhin lawan.

Bahkan gerakan mereka cenderung lambat dan sebisa mungkin nggak mengenai tubuh lawan. Suasana gembira, senyum bersahabat iringan musik juga selalu mewarnai.

Ingin tahu juga ya jadinya. Salah satu Capoeiresta asal Brazil, Alessandro Gomes Dereis untungnya berbaik hati ngasih tahu salah satu gerakan dasar. Gerakan dasar Capoeira yang dinamai zinga ini mirip sama orang lagi menari, tapi ini sebenarnya sejenis kuda - kuda.

Yang namanya kuda - kuda kalau dilakukan tidak sempurna sudah pasti gampang diserang lawan. Tapi yang unik jadi kuda - kuda pada Capoeira ini selain berguna untuk bertahan dari serangan lawan sekaligus sebagai ancang - ancang untuk menyerang.

Dengan musik dan olah gerak yang dinamis memang bikin Capoeira jadi sesuatu yang enak dinikmati. Makanya tak heranlah kalau Capofest digelar disebuah pusat pertokoan di Jakarta mulai tanggal 23 hingga 27 Juli lalu selalu mengundang orang untuk nonton.

Festival ini diselenggarakan International Sinha Bahia de Capoeira (ISBC) sebuah perguruan Capoeira bersertifikat international bekerjasama dengan Kedutaan Besar Publik Brazil di Indonesia.

LabKu : Facebook vs Twitter


Jejaring sosial Twitter membuat semuanya sederhana termasuk saat memperbarui persyaratan layanannya. Hal ini bertolak belakang dengan Facebook yang menggunakan kata-kata bermakna ganda.

Sebagian perubahan, Twitter menerjemahkan beberapa jargon ke bahasa formal sehingga usernya tidak salah mengenai apa yang sedang terjadi.

Twitter ingin pesan singkat yang diposting akan selalu jadi milik membernya, walaupun perusahaan yang berbasis di San Francisco ini juga mencoba mengambil keuntungan dari “tweet” yang diikuti dengan iklan dalam layanan tersebut.

“Apa yang menjadi milikmu akan menjadi milikmu,” tulis Twitter di kolom berbentuk kapsul.

Nampaknya Twitter ingin menghindari hiruk pikuk yang terjadi di Facebook, setelah situs popular itu memasukan kata-kata yang sulit dimengerti dalam revisi persyaratan layanannya.

Kata-kata bermakna ganda itu menimbulkan kesan bahwa Facebook mungkin akan mengklaim konten dan foto yang ada di websitenya. Hal itu memicu perusahaan untuk mengganti kata-kata dalam persyaratannya.

Sementara jutaan pengguna Twitter tidak harus khawatir kehilangan kontrol atas tweetnya, tapi mereka mungkin harus mulai terbiasa melihat iklan di tengah chatting.

LabKu : Membuat Kamera Lubang Jarum


Tahukah anda, bahwa kamera yang pertama di dunia dulu dapat bekerja baik, padahal tidak berlensa? Dan uniknya, kamera tanpa lensa ini belum juga punah, karena masih sering dipakai hingga hari ini, kita biasa menyebutnya dengan kamera lubang jarum

Sejarah kamera lubang jarum....

Kamera tanpa lensa ini telah dipakai sejak dulu kala . Pada abad keempat, sejumlah tokoh Yunani seperti Aristoteles dan Euclid telah mendeskripsikan teknik tersebut. Begitu pula, pada abad kelima, seorang filsuf Cina bernama Mo Jing juga telah bermain-main dengan teknik ini, yang ternyata memang sederhana namun bekerja dengan cukup baik.

Prinsip kerja kamera lubang jarum....

Bayangkan bahwa anda memiliki sebuah ruang kamar yang benar-benar tertutup rapat, kecuali pada sebuah ‘lubang jarum’ di salah satu sisinya. Gelombang cahaya akan ‘bocor’ memasuki lubang ini, sehingga sebuah citra akan terbentuk pada sisi dinding yang berseberangan dengan ‘lubang jarum’. Seperti terlihat pada gambar, citra yang terbentuk menyerupai objek yang terletak di luar ruang kamar, hanya saja terproyeksikan secara terbalik.

cara membuat kamera lubang jarum.....

1.Gunakan kaleng atau kotak kecil sebagai badan kamera. Kemarin yang digunakan untuk kamera adalah kaleng biskuit.

2.Keseluruhan badan kamera (interior maupun eksteriornya) di cat hitam (biasanya pake cat doff bukan yang glossy) untuk mencegah adanya refleksi cahaya

3.Buat sebuah lubang kecil di salah satu sisi sebagai jalan masuk cahaya (diafragma). Bila lubang terlalu besar, tutup lubang dengan aluminium, lalu lubangi aluminium dengan jarum.

4.Tempelkan sebuah penutup yang berfungsi sebagai rana (bisa menggunakan lakban hitam) di lubang tersebut untuk mencegah masuknya cahaya saat kita sedang tidak melakukan pemotretan. Untuk mengecek apakah lubang tersebut telah sesuai dengan yang diinginkan, kita dapat mengetahuinya dengan melihat ke dalam sisi belakang kamera.

5.Pada sisi dalam kaleng a.k.a kamera yang berhadapan dengan lubang tersebut, tempelkan juga sebuah double tape untuk menahan kertas foto (biasanya memakai lakban hitam dengan sisi yang lengket ada diluar)

6.Sebagai media perekam cahaya, kita bisa memakai film atau kertas foto. Kertas foto lebih banyak dipilih karena lebih mudah dipegang dan mudah untuk memasangnya di safelight. Sedangkan jika menggunakan film, harus dipasang pada ruang yang gelap total. Yang perlu diperhatikan, kertas foto kurang sensitif terhadap cahaya jika dibandingkan dengan film.

7.Pasang kertas foto yang akan kita gunakan, dengan cara menempelkannya pada dinding dalam kamera pada arah yang berlawanan dengan lubang jarum. Emulsinya harus terletak berhadapan dengan lubang jarum (sisi yang mengandung emulsi biasanya terasa agak lengket bila dipegang)





Perlu diingat.....

1. Semakin besar lubang, dan semakin lama bukaan lubang: maka citra menjadi semakin terang, tapi detilnya semakin kabur.

2. Semakin kecil lubang, dan semakin singkat bukaan lubang: maka citra menjadi semakin gelap, tapi detilnya semakin tajam.

Seni-nya Main Sepak Bola


Memang ada olah raga selain sepakbola yg dapat membuat tegang hubungan antar 2 negara, spt kita tahu waktu perseturuan dgn Malingsia di era 1960, waktu itu pertandingan badminton (terutama Thomas Cup) diwarnai pernik2 politik kedua negara. Dan sampai sekarangpun kalo yg ketemu antar 2 negara ini, rasanya jauh lebih seru kalo misal endonesha ketemu China. Anyway, lupakan bulutangkis.

Kita mau bicara sepakbola.


Minggu lalu berita ttg memanasnya hubungan antara Mesir dan Algiers (Algeria) menghiasi headline media cetak. Sampai2 kedubes Algeria sempet dikerubung massa masyarakat Mesir di Cairo yg sangat marah akibat kekalahan kesebelasan mereka. Sentimen muslim brotherhood (yg harusnya diusung) tiba2 jadi kayak macan kertas. Hormat pada nabi junjungan dicampakkan, digantikan emosi membara. Kebencian pada kafir sangat boleh jadi tiba2 sah tergantikan darah orang algiers atau sebaliknya. Padahal sesama mukmin :)

Dulu Honduras memaklumatkan perang dgn Equador juga gara2 sepakbola. Dalam hal ini urusan kasih kristus jadi barang rongsokan. Tabok pipi kiri gua, gua hajar pantat lu:)

Terakhir yg sangat menarik, adalah pertandingan kualifikasi second leg di Paris antara Perancis dan Irlandia sbg tim tamu. Tim Perancis yg sudah unggul 0-1 pada first leg yg dimainkan di Dublin tinggal bermain 0-0 (kacamata) udah bisa lolos. Tapi semua juga tahu, tim Ireland ini tidak bisa diremehkan. Tim Britania ini yg sebagian besar pemainnya magang di liga terpanas jagad ini (English Barclays Premier League) siap utk menjegal jalan Perancis melenggang ke turnamen paling terkenal sejagad: World Cup di Afrika Selatan.

Betul juga kejadian. Sampai dgn peluit babak ke dua ditiup, Irlandia berhasil mempertahankan keunggulan 0-1 hasil gol dari Robby Keane yg bermain sbg striker mumpuni Totenham Hotspurs(London). Alhasil, dilakukan perpanjangan waktu yg sangat menegangkan. Apa yg terjadi sesudahnya, menjadi satu coretan hitam sejarah persepakbolaan kualifikasi piala dunia. Striker Thiery Henry yg namanya pernah sangat harum di liga inggris sebelum pindah ke liga primera Spanyol terlihat jelas memakai tangannya menggapai bola sebelum meneruskan umpan mendatar ke arah William Gallas sebelum bola ditanduk masuk ke gawang. Yg aneh, wasit Martin Hansson tidak melihatnya di tengah lautan protes pemain2 irlandia sesudah gol memalukan itu terjadi. Jadilah wasit ini jadi wasit ke dua sesudah wasit Ovrebo asal Norwegia yg dimaki habis2an waktu 'ngaco' memimpin pertandingan semi final champions league antara Barcelona dan Chelsea. (hasilnya tim kesayangan saya Chelsea jadi gagal ke final CL th 2008)

Publik Swedia sendiri sehari sesudah pertandingan itu tidak ketinggalan mengecam sang wasit. Kalo masyarakat Irlandia gak usah ditanya. Badan PSSI nya Irlandia dipimpin John Delaney mengajukan petisi agar pertandingan itu dilakukan replay karena bukti sah dsb. FIFA dan UEFA tetep keukeuh pada keputusan NO REPLAY karena khawatir aspek (tuntutan) hukum jika menganulir hasil pertandingan tsb. -- kok jadi teringat kasus buaya cicak di tanah air ya? (aspek nurani rakyat versus bukti2 hukum). Memang, laws of the rule nya jelas mengatakan keputusan di tangan wasit, dan hasil pertandingan tidak bisa diganggu gugat. Ya iyalah, kalo semua hasil pertandingan bisa dianulir, liga sepak bola gak bakal selesai2 ngadunya. Kita semua tahu, wasit tidak bisa mengetahui 100% apa yg terjadi di lapangan, sehingga keputusan wasit tidak jarang merugikan salah satu pihak kesebelasan. Anehnya, pihak penggawe badan sepakbola FIFA sampai hari ini keukeuh menolak perangkat canggih spt rekaman tipi, atau yg di tenis terkenal dgn eagle-eye (dimana pemain bisa challenge wasit atas kemungkinan bad-call nya, walau cuman dijatah kesempatan 5 kali doank).

Alhasil, Irlandia menangis. No replay. Si pembuat dosa TH juga sudah lumayan sportif mengharapkan boleh diberikan kesempatan replay utk kubu Irlandia. Dia juga sempet duduk terpekur menemani skiper Irlandia RIchard Dunne yg duduk termehek2 di lapangan hijau pasca selesainya pertandingan.

Yg menarik juga, mantan pemain Irlandia Roy Keane yg terkenal mulut besarnya itu di kala membela MU dulu ternyata tdk 'matabuta' membela Irlandia, tanah airnya sendiri. Dia malah mengritik Delaney yg dia bilang kok dulu tidak begini begitu. Ya, Irlandia bbrp waktu lalu waktu di babak2 awal kualifikasi melawan Georgia juga mendapatkan penalti hadiah wasit yg tidak pantas sebenernya. Kok dulu mingkem, demikian Keane. Salut utk Keane ini, dia berani tegas menentang arus masyarakat Irlandia yg bakalan 'benci' karena sikap dia yg akan dipandang tdk nasionalis. (GunGun Chaolang akan teges bilang ini orang antek komunis :).

Sepakbola emang kejam. Korbannya bisa semua orang, setiap saat. Nurani vs perangkat hukum?

Emang idealnya PD dimainkan bagi semua negara dalam satu event, tapi apa mungkin seratus lebih kesebelasan mau dibagi berapa pool? :) Kapan selesainya...udah itu kalo kebanyak main bisa cedera, tinggal 2-3 pemain, bukan sepakbola, itu mah jadi main futsal, hahaha..

Teknik Susi Burhan : Melukis ”Folk Art” Sekali Jadi


Memang agak aneh kedengarannya bahwa untuk menguasai folk art kok sampai berlama-lama belajarnya. Bukankah jika telah memiliki dasar melukis akan mempermudah mempelajarinya. Semula Susi Burhan menduga seperti itu, tapi kenyataannya adalah kebalikannya. Sebab ada berbagai teknik yang musti dikuasai untuk bisa melukis di media tiga dimensi itu. Salah satu penyebabnya adalah sifat cat yang cepat kering. Jadi bila sekali menyapu cat di media yang akan dilukis harus diselesaikan segera.
Berbeda dengan melukis di kanvas yang memakai cat minyak (oil pasta). Pelukis bisa berkali-kali meniban objek yang sudah diwarnai dengan warna lain dan mengubah bentuk objek seketika. Dalam folk art, menurut Susi, itu tak bisa dilakukan. Maka agar objek yang bakal dilukis tampak sempurna, teknik menggores harus dikuasai.
Untuk mencegah cat akrilik tak cepat kering, sambung Susi, ada caranya. Palet diberi air lalu di atasnya kertas untuk menaruh cat. Jadi kondisi cat bisa basah terus karena rembesan air yang menembus cat itu. Untuk ”mengaduk” dipakai palet lain. Lewat palet inilah, pelukis mencampur untuk mendapatkan gradasi warna yang diinginkan.
Teknik lain yang musti dikuasai adalah metode sapuan dan jenis kuas apa yang cocok untuk melukis sesuatu benda. Jika benda yang dilukis berbentuk bulat, misalnya seperti buah labu. Begitu juga untuk membuat daun atau bunga, tak cukup hanya dengan satu dan kuas. Banyak jenis kuas yang harus dimainkan untuk memperoleh hasil yang maksimal.
Kalau tak melihat secara memang langsung agak sulit membayangkan. Begitu repotnya membuat lukisan memakai media nonkanvas itu. Tapi ketika Susi memperagakan teknik melukis daun dan bunga di buah labu, amat fasih. Bagaimana dia mengambil cat dan mencampurnya, lalu mencari tipe kuas yang tepat agar tidak meleset. Itu harus diselesaikan secara cepat dan sempurna, sebab jika salah tidak bisa diubah. ”Kalau dipaksakan maka gambarnya jelek karena catnya cepat kering,” tutur Susi yang sejak remaja suka melukis.
Maka tak heran jika Susi Burhan sendiri sampai menimba ilmu pada 15 orang pakar folk art di Amerika Serikat dan Australia dan semuanya secara private! Alasannya mengapa sampai belajar dengan banyak orang, menurutnya, karena tiap pakar folk art di sana mempunyai spesialisasi. Ada yang jago di gambar-gambar yang lucu, bunga, dan sebagainya. Teknik melukis antara satu guru dengan guru yang lain, berbeda. Mereka sama-sama unik dan hebat.

LabKu : Membuat Seni Kerajinan Mebel Bambu


Proses membuat mebel bambu, pertama kali adalah menentukan model dan ukurannya. Bahan baku bambu kemudian dicuci hingga bersih kemudian dikeringkan, bila kondisi panas terik membutuhkan waktu 1 minggu untuk pengeringan. Setelah kering, bambu dipotong sesuai dengan ukuran dan model yang telah ditentukan.

Potongan-potongan bambu tersebut dirakit sebagai kerangka mebel dengan cara dipaku atau diikat. Agar terlihat indah, bagian sambungan tersebut dibalut dengan rotan. Setelah kerangka terbentuk, dibuat sandaran dan dudukan pada masing-masing kerangka yang sudah terbentuk.

Apabila model dudukan dan sandaran mempunyai motif, maka dilakukan pengukiran pada dudukan dan sandaran tersebut. Selanjutnya proses finishing, dimana mebel diamplas dan kemudian divernis.

Kita bisa menemukan mebel berkualitas di toko mebel dengan nilai tinggi. Ada juga yang langsung menjual di tempat produksi dan kebanyakan menjual di toko mebel.

Popular Posts

Powered by Blogger.

Ini Dia