LabKu : Buat Tempe yuk....


Tempe merupakan salah satu makanan hasil fermentasi yang dilakukan oleh spesies jamur tertentu. Selama proses fermentasi ini terjadi perubahan fisik dan kimiawi pada kedelai sehingga menjadi tempe. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses pembuatan tempe, salah satunya adalah aerasi (Hastuti 2008).

Proses pembuatan tempe melibatkan tiga faktor pendukung, yaitu bahan baku yang dipakai (kedelai), mikroorganisme (kapang tempe), dan keadaan lingkungan tumbuh (suhu, pH, dan kelembaban). Dalam proses fermentasi tempe kedelai, substrat yang digunakan adalah keping-keping biji kedelai yang telah direbus. mikroorganismenya berupa kapang antara lain Rhizopus olygosporus, Rhizopus oryzae, Rhizopus stolonifer (dapat terdiri atas kombinasi dua spesies atau ketiganya) dan lingkungan pendukung yang terdiri dari suhu 30˚C, pH awal 6,8% kelembaban nisbi 70-80% (Sarwono, 2001 dalam Wijayanti, 2002).

Pembuatan tempe dilakukan dengan dua cara yaitu secara modern dan tradisional. Adapun tahap-tahap pembuatan tempe menurut Wijayanti (2002) adalah sebagai berikut.

1. Penyortiran, bertujuan untuk memperoleh produk tempe yang berkualitas, yaitu memilih biji kedelai yang bagus dan padat berisi. Biasanya di dalam biji kedelai tercampur kotoran seperti pasir atau biji yang keriput dan keropos. Cara membersihkannya adalah biji-biji kedelai diletakkan pada tampah kemudian ditampi, maka akan diperoleh biji kedelai yang berkualitas.

2. Pencucian, bertujuan untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang melekat maupun tercampur di antara biji kedelai. Kedelai dimasukkan wadah kemudian dicuci dengan air. Pada saat pencucian dilakukan pembuangan biji yang mengambang di air.

3. Perebusan 1, bertujuan untuk melunakkan biji kedelai dan memudahkan dalam pengupasan kulit serta bertujuan untuk menonaktifkan tripsin inhibitor yang ada dalam biji kedelai. Selain itu pencucian 1 ini bertujuan untuk mengurangi bau langu dari kedelai. Perebusan dilakukan selama 30 menit atau ditandai dengan mudah terkelupasnya kulit kedelai jika ditekan dengan jari tangan.

4. Pengupasan kulit, bertujuan untuk membuang kulit kedelai, sebab bila kulit kedelai tidak dibuang maka kapang tempe tidak dapat tumbuh pada biji kedelai. Pada pengupasan kulit diusahakan agar keping lembaga kedelai (kotiledon) terpisah, karena penetrasi miselium kapang lebih banyak terjadi pada permukaan datar daripada permukaan yang lengkung. Pengupasan kulit dapat dilakukan dengan menggunakan mesin maupun tangan. Kedelai dapat dikupas kulitnya dengan cara diremas-remas, dikuliti dan terjadilah keping-keping kedelai. Kemudian biji kedelai tersebut dicuci sehingga kulit kedelai yang sudah terkelupas dapat dipisahkan atau dibuang.

5. Perendaman, bertujuan untuk melunakkan biji dan mencegah pertumbuhan bakteri pembusuk selama fermentasi. Ketika perendaman, pada kulit biji kedelai telah berlangsung proses fermentasi oleh bakteri yang terdapat di air terutama oleh bakteri asam laktat. Perendaman juga betujuan untuk memberikan kesempatan kepada keping-keping kedelai menyerap air sehingga menjamin pertumbuhan kapang menjadi optimum. Selama perendaman, pH turun dari 6,5 sampai 4,5-5,3 (Steinkraus, 1983 dalam Wijayanti, 2002). Keadaan ini tidak mempengaruhi pertumbuhan kapang tetapi mencegah berkembangnya bakteri yang tidak diinginkan. Perendaman ini dapat menggunakan air biasa atau air yang ditambah asam asetat sehingga pH larutan mencapai 4-5. perendaman dilakukan selama 12-16 jam pada sushu kamar (25-30˚C).

6. Perebusan 2, bertujuan untuk lebih melunakkan biji kedelai sehingga memudahkan kapang menembus keping-keping biji kedelai. Selain itu, dengan perebusan akan membunuh bakteri yang kemungkinan tumbuh selama perendaman, menonaktifkan tripsin inhibitor dan beberapa zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan kapang.

7. Penirisan dan pendinginan. Biji kedelai harus didinginkan sampai suhu 30˚C sebelum peragian. Biji kedelai harus benar-benar kering angin pada saat inokulasi sehingga pada permukaan tidak terjadi gangguan karena adanya uap air yang dapat mendorong pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan.

8. Penginokulasian/peragian. Pada tahap ini terjadi fermentasi oleh Rhizopus sp. yang diperoleh dari laru daun, laru tempe maupun tepung ragi. Laru tempe paling sedikit mengandung tiga spesies kapang dari genus Rhizopus, yaitu R. olygosporus, R. oryzae, dan R. stolonifer atau R. chlamydosporus.

Pada proses pembuatan tempe R. olygosporus mensintesis enzim pemecah protein (protease) lebih banyak sedangkan R. oryzae lebih banyak mensintesis enzim pemecah pati (a-amilase).

Kapang memerlukan oksigen yang cukup untuk memacu pertumbuhannya, apabila kadar oksigen kurang pertumbuhan kapang pada substrat lambat. Uap air yang berlebihan akan menghambat difusi oksigen ke dalam kedelai sehingga dapat menghambat pertumbuhan kapang. Untuk itu pada saat pembungkusan sebaiknya aliran udara diatur agar tidak terlalu kedap, yaitu dengan memberi lubang apabila dibungkus dengan plastik.

Selain oksigen kapang juga memerlukan suhu dan kelembaban yang sesuai untuk pertumbuhannya. Kedelai calon tempe harus mengandung cukup air. Apabila terlalu kering dan kelembaban kurang maka substrat kedelai sukar ditembus dan dilapukkan oleh miselium kapang. Sebaliknya apabila terlalu basah, maka akan menghambat penyebaran oksigen sehingga pertumbuhan miselium kapang terhambat.

9. Pembungkusan, dapat menggunakan daun pisang atau plastik polietilen. Penggunaan plastik polietilen berupa lembaran atau kantung sebagai pembungkus pada saat kedelai diperam dapat dilakukan dengan memberikan lubang-lubang kecil yang berjarak 0,25- 1,3 cm. Pemberian lubang pada plastik bertujuan agar oksigen dapat masuk dengan lancar.

10. Pemeraman. Selama pembuatan tempe terjadi kenaikan suhu sampai 40˚C karena adanya pertumbuhan kapang, dan hifa kapang yang akan melakukan penetrasi ke dalam keping biji kedelai. Menurut Steinkraus (1983) dalam Wijayanti (2002) kondisi pemeraman dalam pembuatan tempe tidak mutlak, asalkan seluruh kebutuhan yang pokok untuk pertumbuhan kapang terpenuhi. Kondisi uap air, oksigen, dan panas harus cukup dan tidak boleh berlebihan. Begitu juga zat gizi yang tersedia untuk menjamin pertumbuhan kapang. Apabila kondisi pemeraman sesuai maka miselium kapang akan tumbuh dan mengeluarkan enzim protease, lipase, dan amilase ke lingkungan sekitarnya. Enzim-enzim tersebut akan menguaraikan protein, lemak, dan karbohidrat yang terdapat pada kepingan biji kedelai menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti asam amino, asam lemak, dan glukosa.

Menurut Sarwono (2001) dalam Wijayanti (2002) selama proses fermentasi kedelai menjadi tempe akan terjadi peningkatan kandungan fosfor karena hasil kerja enzim fitase yang dihasilkan oleh kapang R. olygosporus. Selain itu kapang tersebut juga dapat menghidrolisis asam fitat menjadi inositol dan fosfat yang bebas. Spesies-spesies kapang yang terlibat dalam fermentasi tempe tidak memproduksi racun, bahkan kapang itu mampu melindungi tempe terhadap kapang penghasil aflatoksin. Selain itu tempe juga mengandung senyawa anti bakteri yang diproduksi kapang selama fermentasi berlangsung. Konsumen tidak perlu khawatir terhadap aflatoksin, yang dihasilkan oleh kapang kontaminan, karena kapang-kapang yang dipakai untuk membuat tempe dapat menurunkan kadar aflatoksin hingga 70%. Selain adanya daya hambat kapang pada tempe terhadap aflatoksin, kedelai juga mengandung seng yang menghambat sintesis aflatoksi.

LabKu : Facebook vs Twitter


Jejaring sosial Twitter membuat semuanya sederhana termasuk saat memperbarui persyaratan layanannya. Hal ini bertolak belakang dengan Facebook yang menggunakan kata-kata bermakna ganda.

Sebagian perubahan, Twitter menerjemahkan beberapa jargon ke bahasa formal sehingga usernya tidak salah mengenai apa yang sedang terjadi.

Twitter ingin pesan singkat yang diposting akan selalu jadi milik membernya, walaupun perusahaan yang berbasis di San Francisco ini juga mencoba mengambil keuntungan dari “tweet” yang diikuti dengan iklan dalam layanan tersebut.

“Apa yang menjadi milikmu akan menjadi milikmu,” tulis Twitter di kolom berbentuk kapsul.

Nampaknya Twitter ingin menghindari hiruk pikuk yang terjadi di Facebook, setelah situs popular itu memasukan kata-kata yang sulit dimengerti dalam revisi persyaratan layanannya.

Kata-kata bermakna ganda itu menimbulkan kesan bahwa Facebook mungkin akan mengklaim konten dan foto yang ada di websitenya. Hal itu memicu perusahaan untuk mengganti kata-kata dalam persyaratannya.

Sementara jutaan pengguna Twitter tidak harus khawatir kehilangan kontrol atas tweetnya, tapi mereka mungkin harus mulai terbiasa melihat iklan di tengah chatting.

Seni-nya Main Sepak Bola

Memang ada olah raga selain sepakbola yg dapat membuat tegang hubungan antar 2 negara, spt kita tahu waktu perseturuan dgn Malingsia di era 1960, waktu itu pertandingan badminton (terutama Thomas Cup) diwarnai pernik2 politik kedua negara. Dan sampai sekarangpun kalo yg ketemu antar 2 negara ini, rasanya jauh lebih seru kalo misal endonesha ketemu China. Anyway, lupakan bulutangkis.

Kita mau bicara sepakbola.


Minggu lalu berita ttg memanasnya hubungan antara Mesir dan Algiers (Algeria) menghiasi headline media cetak. Sampai2 kedubes Algeria sempet dikerubung massa masyarakat Mesir di Cairo yg sangat marah akibat kekalahan kesebelasan mereka. Sentimen muslim brotherhood (yg harusnya diusung) tiba2 jadi kayak macan kertas. Hormat pada nabi junjungan dicampakkan, digantikan emosi membara. Kebencian pada kafir sangat boleh jadi tiba2 sah tergantikan darah orang algiers atau sebaliknya. Padahal sesama mukmin :)

Dulu Honduras memaklumatkan perang dgn Equador juga gara2 sepakbola. Dalam hal ini urusan kasih kristus jadi barang rongsokan. Tabok pipi kiri gua, gua hajar pantat lu:)

Terakhir yg sangat menarik, adalah pertandingan kualifikasi second leg di Paris antara Perancis dan Irlandia sbg tim tamu. Tim Perancis yg sudah unggul 0-1 pada first leg yg dimainkan di Dublin tinggal bermain 0-0 (kacamata) udah bisa lolos. Tapi semua juga tahu, tim Ireland ini tidak bisa diremehkan. Tim Britania ini yg sebagian besar pemainnya magang di liga terpanas jagad ini (English Barclays Premier League) siap utk menjegal jalan Perancis melenggang ke turnamen paling terkenal sejagad: World Cup di Afrika Selatan.

Betul juga kejadian. Sampai dgn peluit babak ke dua ditiup, Irlandia berhasil mempertahankan keunggulan 0-1 hasil gol dari Robby Keane yg bermain sbg striker mumpuni Totenham Hotspurs(London). Alhasil, dilakukan perpanjangan waktu yg sangat menegangkan. Apa yg terjadi sesudahnya, menjadi satu coretan hitam sejarah persepakbolaan kualifikasi piala dunia. Striker Thiery Henry yg namanya pernah sangat harum di liga inggris sebelum pindah ke liga primera Spanyol terlihat jelas memakai tangannya menggapai bola sebelum meneruskan umpan mendatar ke arah William Gallas sebelum bola ditanduk masuk ke gawang. Yg aneh, wasit Martin Hansson tidak melihatnya di tengah lautan protes pemain2 irlandia sesudah gol memalukan itu terjadi. Jadilah wasit ini jadi wasit ke dua sesudah wasit Ovrebo asal Norwegia yg dimaki habis2an waktu 'ngaco' memimpin pertandingan semi final champions league antara Barcelona dan Chelsea. (hasilnya tim kesayangan saya Chelsea jadi gagal ke final CL th 2008)

Publik Swedia sendiri sehari sesudah pertandingan itu tidak ketinggalan mengecam sang wasit. Kalo masyarakat Irlandia gak usah ditanya. Badan PSSI nya Irlandia dipimpin John Delaney mengajukan petisi agar pertandingan itu dilakukan replay karena bukti sah dsb. FIFA dan UEFA tetep keukeuh pada keputusan NO REPLAY karena khawatir aspek (tuntutan) hukum jika menganulir hasil pertandingan tsb. -- kok jadi teringat kasus buaya cicak di tanah air ya? (aspek nurani rakyat versus bukti2 hukum). Memang, laws of the rule nya jelas mengatakan keputusan di tangan wasit, dan hasil pertandingan tidak bisa diganggu gugat. Ya iyalah, kalo semua hasil pertandingan bisa dianulir, liga sepak bola gak bakal selesai2 ngadunya. Kita semua tahu, wasit tidak bisa mengetahui 100% apa yg terjadi di lapangan, sehingga keputusan wasit tidak jarang merugikan salah satu pihak kesebelasan. Anehnya, pihak penggawe badan sepakbola FIFA sampai hari ini keukeuh menolak perangkat canggih spt rekaman tipi, atau yg di tenis terkenal dgn eagle-eye (dimana pemain bisa challenge wasit atas kemungkinan bad-call nya, walau cuman dijatah kesempatan 5 kali doank).

Alhasil, Irlandia menangis. No replay. Si pembuat dosa TH juga sudah lumayan sportif mengharapkan boleh diberikan kesempatan replay utk kubu Irlandia. Dia juga sempet duduk terpekur menemani skiper Irlandia RIchard Dunne yg duduk termehek2 di lapangan hijau pasca selesainya pertandingan.

Yg menarik juga, mantan pemain Irlandia Roy Keane yg terkenal mulut besarnya itu di kala membela MU dulu ternyata tdk 'matabuta' membela Irlandia, tanah airnya sendiri. Dia malah mengritik Delaney yg dia bilang kok dulu tidak begini begitu. Ya, Irlandia bbrp waktu lalu waktu di babak2 awal kualifikasi melawan Georgia juga mendapatkan penalti hadiah wasit yg tidak pantas sebenernya. Kok dulu mingkem, demikian Keane. Salut utk Keane ini, dia berani tegas menentang arus masyarakat Irlandia yg bakalan 'benci' karena sikap dia yg akan dipandang tdk nasionalis. (GunGun Chaolang akan teges bilang ini orang antek komunis :).

Sepakbola emang kejam. Korbannya bisa semua orang, setiap saat. Nurani vs perangkat hukum?

Emang idealnya PD dimainkan bagi semua negara dalam satu event, tapi apa mungkin seratus lebih kesebelasan mau dibagi berapa pool? :) Kapan selesainya...udah itu kalo kebanyak main bisa cedera, tinggal 2-3 pemain, bukan sepakbola, itu mah jadi main futsal, hahaha..

Nyata : Teknologi Nano Alternatif Medis

Zaman sekarang, kita sering mendengar kata ‘teknologi nano’ disebut-sebut, terutama dalam dunia medis. Bisa dibilang, teknologi nano bukan lagi kata asing buat kita. Kalau ada yang masih menganggapnya asing, duh, kemana aja? :-P

Nano, adakah hubungannya dengan satuan ukuran seperti halnya meter atau mikron?

Yuph, betul. Nano merupakan ukuran yang merepresentasikan satu per semilyar. Teknologi nano paling banyak diaplikasikan dalam dunia kedokteran, menjadi alternatif penyelesaian bagi obat-obatan yang bermasalah dalam penggunaannya.

Dengan ukuran yang tak terlihat mata telanjang, sifat-sifat partikel dapat dibentuk sehingga sesuai dengan keinginan kita, misalnya untuk meningkatkan stabilitas dan kelarutan obat.

Jika di luar negeri teknologi ini sudah mencapai tahap uji klinis, di Indonesia aplikasinya masih dalam bentuk proposal. Kita berharap saja, di masa mendatang, teknologi nano bisa menjadi solusi dan harapan baru bagi pengobatan yang tepat sasaran.

LabKu : Roket Mini yang Mengagumkan

Teknik ini adalah teknik kelompok KIR di Sekolahku.....
Ya walaupun roket ini tidak sebagus roket air, tapi menarik untuk dibuat karena alat dan bahan yang diperlukan banyak kita temui di rumah dan warung terdekat.

Alat dan bahan :

  • Alumunium foil
  • Kotak korek api + batang korek api
  • Penjepit kertas (paper clip)
  • Jarum atau segala apapun yang lurus pokoknya.
  • Gunting
Langkah percobaan :
  • Gunting alumunium foil dengan lebar 8 cm x 3 cm.
  • Potong bagian kepala dari batang korek api dan letakkan di atas alumunium foil. Lihat gambar!


  • Gulung bagian ujung kiri alumunium foil sehingga membentuk tabung dengan bagian kepala korek api di tengahnya. Ingat membentuk tabung, jangan ditekan alumunium foilnya.
  • Ambil dan luruskan paper clip. Kemudian ujung paper clip tersebut masukkan ke dalam lubang tabung alumunium foil tadi sehingga menyentuh kepala batang korek api. Ingat jangan menyentuh alumunium tapi kepala korek api ya.
  • Nah sekarang baru tekan si alumunium sampai rapat.
  • Gulung lagi alumunium foil 2-3 kali, kemudian sobek sisanya. Lihat gambar!


  • Si ujung alumunium yang dekat paper clip diputar sampai erat, dan si ujung alumunium yang dekat korek api diputar kemudian digunting.
  • Lepaskan paper clip terus masukkan jarum pada lubang bekas paper clip tadi.
  • Selesai deh roket sederhananya, yang kita perlukan sekarang ialah landasannya.
  • Landasannya bisa dari bungkus korek api atau sisa alumunium foil.
  • Usahakan agar si roket membentuk sudut 45 derajat. Ayo kenapa? Lihat gambar!


  • Akhirnya ayo kita nyalakan roketnya!


  • Maka terbanglah si roket mini ke angkasa. (Ga juga sih palingan cuma 8-10 meter dah turun lagi)
Dikutip dari indonesian breaking news online ::



Sejumlah ruangan di dalam gedung perkantoran, yang berada di dalam kompleks rutan tersebut, seharusnya gedung untuk perkantoran petugas rutan, disulap menjadi ruang pribadi mewah yang dipakai beberapa narapidana semacam terpidana kasus suap Arthalyta Suryani dan terpidana seumur hidup kasus narkoba, Limarita.

”Tadinya saya cuma dengar kabar ada fasilitas mewah diberikan kepada narapidana tertentu, tapi baru sekarang saya lihat sendiri. Ternyata jauh lebih luar biasa. Tadi kami lihat sama-sama, ruangan Limarita malah punya ruang karaoke khusus yang begitu mewah,” ujar anggota satgas, Yunus Husein, tertawa.

Yunus bersama dua anggota satgas lain, Denny Indrayana dan Mas Ahmad Santosa, mendatangi satu per satu ruangan mewah itu dan mengajak keduanya bicara. Ruangan mewah milik Arthalyta berada di lantai tiga gedung dan mendapat giliran pertama yang mereka kunjungi. Saat para anggota satgas dan wartawan tiba, Arthalyta tengah menjalani perawatan wajah dari seorang dokter spesialis dengan peralatan khusus di dalam ruangan itu.



Sementara itu, ruang Limarita berada di lantai dua. Dalam pengamatan Kompas, orang luar dipastikan tidak akan menyangka bahwa ruangan di gedung perkantoran tersebut ”dialihfungsikan” menjadi ruang tahanan mewah, yang fasilitasnya setara hotel bintang lima. Hal itu karena bangunannya sebetulnya berfungsi sebagai gedung perkantoran dan letaknya terpisah dari bangunan blok-blok sel yang ada di rutan tersebut.

Total blok sel yang ada berjumlah lima blok, yang diisi berdesak-desakan oleh sedikitnya 1.172 narapidana.

Fasilitas mewah yang ada di setiap ruangan keduanya adalah alat penyejuk ruangan, pesawat televisi layar datar merek terkenal, perlengkapan tata suara dan home theatre, lemari pendingin dan dispenser, serta telepon genggam merek Blackberry.

Ruang khusus karaoke
Di ruang Limarita terdapat ruang khusus untuk karaoke. Dua ruangannya dilengkapi seperangkat furnitur mewah dari kulit dan tempat tidur. Di kamar Arthalyta terdapat beberapa macam permainan anak-anak dan tempat tidur bayi dan dewasa.

Limarita mengakui semua fasilitas barang mewah yang ada di ruangannya dibelinya sendiri dan kemudian diserahkan sebagai milik Darma Wanita rutan tersebut.

Saat akan memasuki gedung rumah tahanan, para anggota satuan tugas dan sejumlah wartawan yang ikut sempat nyaris bersitegang dengan sejumlah petugas rumah tahanan.

Nyata : Indosat M2 Unlimited Semakin Melemah


Indosat M2 unlimited adalah paket internet yang aku pake selama ini, pengalaman pertama menggunakan Indosat M2 unlimited memang membuat ku senang. Dengan hanya membayar 100ribu saya dapat browsing,download,chatting,dll sepuasnya dengan kecepatan yang lumayan cepat pada waktu itu.

Tetapi beberapa bulan ini mulai mulai terasa internet Indosat M2 unlimited mulai melambat dan kadang membuat emosi. Kecepatan agak mendingan pada subuh sampai pagi... setelah itu kecepatan setara GPRS yang sangat lemot banget.

Kejadian ini terjadi sampai sekarang, teman sekolah saya Deky juga mengalami seperti itu, tapi yaaa hadapi sajja,tetap besabar... gimana menurut temen2 ?? apakah ada juga yang mengalami hal yang sama. Kasih Komen dong...!!

Popular Posts

Powered by Blogger.

Ini Dia